27/06/ 20212 Comments
15/11/ 20200 Comments
25/10/ 20200 Comments
24/10/ 20207 Comments
“Yorick, penyelam ulung, yang akan muncul ke permukaan setelah mutiara laut berada dalam genggaman.” ~ Yorick, halaman 290.
“Atas nama cinta-Nya, utuh dan penuh memberi, ia setia ada, menyiapkan kedua bahunya untuk melindungi Yorick yang dianggap sebagian orang sebagai anak bungsunya.” ~ Yorick, halaman 105.
Hatur nuhun apresiasinya
ReplyDeleteSami-sami Key Almira!
DeleteMas adhi... ya ampun ini keren banget!
ReplyDeleteaku selalu suka membaca tulisanmu, diksinya oke banget!
Oya aku penasaran juga sama ortunya Yorick kok ya tega banget sama ibu dan nenek encum hidup merana seperti itu. harusnya mba kirana lebih menggali ya.
terus kaidah bahasa yg perlu dikoreksi itu keren banget. mas detail banget.
sukses mas. semoga tulisan ini bisa membawamu ke Rusia ya.
Mengenai orangtua Yorick, saya menduga, Yorick (asli) sendiri yang tidak banyak bercerita ketika diwawancarai Mba Kirana. Jadilah seperti itu.
DeleteSayangnya, Mba Kirana sepertinya 'menjadi Yorick' saat menulis novel ini. Tidak peduli dan tidak ingin tahu mengapa orangtuanya menitipkannya pada Nenek Encum.
Terima kasih sudah mampir kemari, Mba. Semoga bermanfaat. Salam hangat.
Wah sepertinya menarik nih novelnya. Terlebih dari penerbit ternama. Semoga suatu saat bisa memilikinya :D
ReplyDeleteCus, langsung beli Mas Amir. Bisa di toko buku Gramedia atau unduh aplikasinya. Selamat membaca!
Deleteperjalanan hidup manusua adalah misteri, andai saja Yorick hidup dengan orangtuanya bisa jadi tidak menjadi seperti sekarang, perjalanan hidup yang keras membawanya untuk menaklukan dunia, luarrr biasa...
ReplyDeletebtw, ulasannya keren
Setuju, Kak. Yang jelas, Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Terima kasih sudah mampir, Kak. Salam hangat.
DeleteMantabbbb kali abang satu ini, beuhhhh kemampuan literasinya gak perlu diragukan lagi lah yah. Btw, kayaknya seru ceritanya, aku nunggu filmnya aja deh klo gt, Bang, hehehe.
ReplyDeleteBisa aja nih, Bang Joe. Hehehe. Silakan ditonton filmnya, Bang. Mudah-mudahan sebagus atau bahkan lebih bagus dari novelnya. Terima kasih sudah mampir kemari. Salam hangat.
DeleteSama Mas, saya juga agak menyesal di bagian kepergian Mak Encum, sedikit sakit hati karena diceritakan hanya sekilas lalu �� tapi aku curiganya memang karena Yorick sendiri yang emosinya sulit diselami. Programmer, terpisah dari kedua orang tua, dan ditinggal nenek tercinta, rasanya saya paham dan memaklumi kenapa emosi novel ini kurang tergali. Btw, diksimu benar-benar kece mas. Good luck ya :))
ReplyDeleteHehehe. Ternyata kita sama ya, Mba. Terima kasih sudah mampir kemari. Salam hangat.
DeleteReviewnya apik dan lengkap banget. Saya jadi ingin baca novel Yorick. Akhir-akhir banyak yang mengulas juga.
ReplyDeleteAda versi buku elektroniknya juga, Mba. Harganya lebih murah dibanding versi cetak. Cocok untuk yang suka membaca lewat ponsel. Kalau saya kurang nyaman. Oleh karena itu saya tetap beli yang konvensional.
DeleteTerima kasih sudah mampir kemari, Mba. Salam hangat.
Keren mas review-nya. Saya yang sudah membaca novel Yorick, jadi tertarik untuk membaca ulang. Begitu detail dan komplet pula dengan pembahasan kaidah bahasa.
ReplyDeleteNamun, ijinkan saya bertanya untuk satu kata yang mas Adhi bahas di atas, yaitu kata takluk. Jika takluk mendapat imbuhan me-kan, menurut saya seharusnya menjadi 'menaklukkan'. Apakah betul demikian mas?
Terima kasih mas Adhi. Jadi pengen 'menyelami' blog ini.
Salam kenal
Kesempurnaan milik Allah semata. Benar, Kak Ditta. Kata yang tepat seharusnya menaklukkan.
DeleteTerima kasih sudah mampir dan mengoreksi. Salam hangat.
Saya sependapat dengan kak Nodi, pada peristiwa penting yang cukup menguras air mata, ditulis minim banget �� sedih....
ReplyDeleteSepakat, Kak Mila. Terima kasih sudah mampir kemari. Salam hangat.
DeleteSubhanallah,komplit banget reviewnya Mas, semakin semangat untuk baca Yorick secara utuh.
ReplyDeleteSilakan dibeli di Gramedia terdekat, Kak. Atau bisa juga unduh aplikasinya lewat Google Play dan App Store.
DeleteTerima kasih sudah mampir. Salam hangat.
Mas Nodi... Salam dari Newbie dulu. Hehehe.
ReplyDeleteIni keren sangat Mas. Resensinya hampir tak ada celah. Izinkan saya belajar di sini ya. Jangan kaget kalau selalu kepo. Hihi...
Silakan, Kak Malica. Sejujurnya juga saya masih newbie dan terus belajar dari banyak tulisan orang lain. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari sini.
DeleteTerima kasih sudah mampir. Salam hangat.
Reviewnya keren sekali.... mantapp
ReplyDelete